“Ironi di Tanggamus: Bukit Pesisir Dijarah, Aparat Pemerintah Dituding ‘Tertidur
- account_circle redaksi
- calendar_month Kam, 18 Des 2025
- visibility 37
- comment 0 komentar

DEMOKRATIS.ID – Tanggamus – Di saat pemerintah pusat gencar menggaungkan komitmen pengetatan izin tambang demi menekan angka bencana ekologis, ironi justru terjadi di pesisir Kabupaten Tanggamus, Lampung. Di tengah duka nasional akibat rentetan bencana alam yang meluluhlantakkan permukiman dan merenggut banyak nyawa, aktivitas pengerukan bukit di Desa Napal, Kecamatan Kelumbayan, terus berlangsung. Selasa (16/12/25).
Aktivitas tersebut seolah menjadi tamparan keras bagi nalar pelestarian lingkungan. Bukit hijau di pesisir Kelumbayan yang semestinya menjadi benteng alami kawasan pesisir kini berubah perlahan menjadi lahan gundul dan gersang.
PT Pandu Mulia, perusahaan pengolahan batu, dilaporkan tengah melakukan pengerukan besar-besaran di kawasan tersebut. Pemandangan ini menyisakan keprihatinan mendalam: ekosistem pesisir yang memiliki fungsi vital sebagai pelindung alam dikorbankan demi kepentingan eksploitasi tambang.
Ironi semakin terasa ketika beredar sebuah video yang memperlihatkan oknum Pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanggamus bersama Camat Kelumbayan berada di lokasi proyek. Dalam video tersebut, keduanya tampak berpose di area pengerukan, memicu pertanyaan publik terkait sikap dan keberpihakan aparat pemerintah terhadap kelestarian lingkungan.
- Penulis: redaksi









Saat ini belum ada komentar