NAVARA CITY PARK Buka, Jalan Tirtayasa Lumpuh Total! Warga Sukabumi Murka Macet Berjam-Jam, Pengelola Dinilai Lalai!
- account_circle redaksi
- calendar_month Sen, 22 Des 2025
- visibility 80
- comment 0 komentar

DEMOKRTIS.ID – Bandar Lampung – Euforia pembukaan Navara City Park di Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, Senin (22/12/2025), berubah jadi mimpi buruk bagi warga sekitar. Jalan Tirtayasa, akses utama menuju lokasi wisata, lumpuh total hanya beberapa jam setelah gerbang dibuka.
Ratusan kendaraan mengular tanpa celah. Mobil dan motor nyaris tak bergerak. Jalan yang biasanya menjadi nadi aktivitas warga mendadak terkunci, tepat di tengah musim libur akhir tahun.
“Kami Bukan Penonton, Tapi Korban”
Antusiasme pengunjung memang membludak. Keluarga dari berbagai penjuru Bandar Lampung rela berjam-jam terjebak macet demi mencoba wahana Water Park, Theme Park, dan Food Park yang diklaim terbesar di Provinsi Lampung.
“Kami sudah nunggu lama, mumpung libur,” ujar Siti, pengunjung asal Way Halim, santai menunggu antrean dari dalam mobil.
Namun di balik euforia itu, kemarahan warga tak bisa dibendung.
“Ini bukan sekadar macet biasa. Aktivitas kami lumpuh. Kami bukan penonton, kami korban,” tegas Budi, warga yang sehari-hari menggunakan Jalan Tirtayasa untuk bekerja.
Keluhan juga datang dari warga lanjut usia. Nani, yang hendak berbelanja ke pasar, mengaku kebingungan.
“Saya cuma mau beli beras dan sayur. Tapi jalan ini nggak bisa dilewati. Masa kehidupan warga dikorbankan begini?” ujarnya.
Ojol & Pedagang Teriak: “Kami Rugi!”
Dampak kemacetan menjalar ke mana-mana. Pengemudi ojek online kehilangan waktu dan orderan. Pedagang sekitar ikut terpukul.
“Kami muter jauh, bensin habis, orderan batal. Ini kerugian nyata,” kata seorang pengemudi ojol.
Warga sepakat, kemacetan ini bukan sekadar efek antusiasme, melainkan akibat persiapan yang buruk.
Parkir Penuh, Kendaraan Sembarangan, Jalan Jadi Korban
Fakta di lapangan menunjukkan lahan parkir tak mampu menampung lonjakan kendaraan. Mobil dan motor akhirnya parkir di pinggir jalan, mempersempit badan jalan dan memperparah kemacetan.
Ironisnya, rekayasa lalu lintas, jalur alternatif, dan penambahan petugas yang seharusnya disiapkan sebelum grand opening justru terlihat minim.
“Kalau ini tempat hiburan besar, masa urusan dasar seperti lalu lintas tidak dihitung matang?” keluh warga lainnya.
Pengelola Minta Maaf, Warga: Jangan Cuma Seremonial!
Pihak pengelola Navara City Park akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf.
“Kami menyesal atas ketidaknyamanan ini. Antusiasme masyarakat di luar perkiraan kami,” ujar perwakilan pengelola.
Pengelola berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas dan evaluasi parkir.
Namun warga menilai permintaan maaf belum cukup.
“Bukan cuma minta maaf lalu selesai. Harus ada tanggung jawab nyata. Jangan sampai setiap akhir pekan kami terjebak macet seperti ini,” tegas Budi.
Pemerintah Diminta Tegas
Pemerintah Kecamatan Sukabumi menekankan perlunya langkah cepat dan tegas:
➡️ penambahan petugas lalu lintas
➡️ rekayasa arus kendaraan
➡️ penyediaan parkir tambahan
➡️ evaluasi jam operasional di jam padat
Jika tidak segera ditangani, warga khawatir kemacetan ini akan menjadi “warisan tetap” setiap akhir pekan dan musim liburan.
Navara City Park memang berpotensi menjadi ikon baru Bandar Lampung. Namun tanpa pengelolaan yang bertanggung jawab, hiburan untuk pengunjung bisa berubah jadi penderitaan bagi warga sekitar nya.
- Penulis: redaksi









Saat ini belum ada komentar