HUT ke-80 PGRI Kota Bandar Lampung: Gelar Kajian Agama di Lapas, Eka Afriana Tegaskan Pendidikan Hak Semua Warga Negara
- account_circle redaksi
- calendar_month Sel, 23 Des 2025
- visibility 69
- comment 0 komentar

DEMOKRATID.ID – Bandar Lampung, Selasa (23/12) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional, PGRI Kota Bandar Lampung menggelar kajian keagamaan bagi warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian guru terhadap pembinaan moral, spiritual, dan pendidikan di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh PJ Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Eka Afriana, beserta jajaran, Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, serta Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, bersama jajaran petugas lapas.
Dalam sambutannya, Eka Afriana menyampaikan apresiasi tinggi kepada PGRI Kota Bandar Lampung atas inisiatif yang dinilainya sarat makna dan nilai kemanusiaan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk warga binaan, dan merupakan pilar penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
“Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan.
Warga binaan tetap memiliki hak untuk belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tegas Eka Afriana.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, menekankan bahwa peran guru sangat strategis dalam proses perubahan perilaku warga binaan.
“Pendidikan dan pembinaan karakter adalah fondasi utama agar warga binaan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif,” ujarnya.
Usai rangkaian acara kajian keagamaan, Eka Afriana bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas lapas, di antaranya Klinik Pratama Lapas dan dapur, guna memastikan sarana pembinaan, kesehatan, serta pemenuhan hak dasar warga binaan berada dalam kondisi layak dan optimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara PGRI, Lapas, dan instansi terkait dalam meningkatkan kualitas layanan pembinaan, pendidikan, dan kesehatan bagi warga binaan secara berkelanjutan.
(Tim IMF)
- Penulis: redaksi









Saat ini belum ada komentar