Pelaku Curanmor Bersenpi di Bandar Lampung Tewas Usai Baku Tembak dengan Polisi
- account_circle Dona Setiawan
- calendar_month Sen, 29 Des 2025
- visibility 37
- comment 0 komentar

DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung — Upaya pelarian JH (24), pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), asal desa Negara Batin, Lampung Timur, berakhir tragis.
JH (24) tewas setelah terlibat baku tembak dengan Tim Tekab 308 Polresta Bandar Lampung saat upaya penangkapan pada Rabu dini hari, (24/12/2025).
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pencurian kendaraan bermotor yang terjadi pada Sabtu, 6 September 2025, sekitar pukul 12.30 WIB, di Jalan Prof. Ir. Sutami, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, tepatnya di area Kampus Universitas Lampung.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku terlibat dalam sejumlah aksi pencurian kendaraan bermotor di beberapa lokasi berbeda di Bandar Lampung,” ujar Kombes Pol Alfret, Jumat (26/12/2025).
Dalam aksi, JH tidak sendiri, dirinya dibantu rekannya berinisial SA alias I (23) yang kini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).
SA (23) berhasil lolos dari sergapan petugas saat akan dilakukan penangkapan pada saat yang bersamaan dengan pelaku JH.
Penangkapan kawanan curanmor ini bermula saat Tim Tekab 308 menerima informasi keberadaan kedua pelaku yang diduga turun ke Bandar Lampung menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam. Keduanya diketahui mengenakan jaket berwarna gelap.
Sekitar pukul 03.30 WIB, petugas mendapati ciri-ciri pelaku di Jalan Jenderal Sudirman, Bandar Lampung, lalu melakukan pembuntutan hingga ke wilayah Jalan Tirtayasa, Sukabumi.
Saat hendak diamankan di simpang Way Galih–Jalan Ir. Sutami, pelaku menyadari kehadiran polisi dan berusaha melarikan diri.
Pengejaran berlanjut hingga wilayah Desa Malang Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan.
Sepeda motor pelaku terjatuh setelah tersenggol kendaraan petugas. Kedua pelaku kemudian melarikan diri ke area perkebunan singkong.
“Petugas telah memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali. Namun, salah satu pelaku justru membalas tembakan ke arah petugas,” jelas Kapolresta.
Polisi kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur. JH tertembak dan terjatuh, sementara SA alias I berhasil melarikan diri. JH sempat dibawa ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam, 1 pucuk senjata api rakitan, 3 butir amunisi aktif dan 1 selongsong peluru; 1 bilah badik; Seperangkat kunci letter T, Rekaman CCTV, Jaket warna hijau; tas warna hitam.
Polisi masih melakukan pengejaran terhadap SA alias I yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Masyarakat diimbau segera melapor apabila mengetahui keberadaan pelaku.(*)
- Penulis: Dona Setiawan









Saat ini belum ada komentar