Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Bandar Lampung » HGU SGC di cabut triga Lampung, Negara harus Pastikan tak ada kelebihan Lahan

HGU SGC di cabut triga Lampung, Negara harus Pastikan tak ada kelebihan Lahan

  • account_circle Beni Sarbini
  • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar

 

DEMOKRATIS.ID -Bandar Lampung,– Organisasi masyarakat sipil Triga Lampung mengapresiasi keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid yang mencabut sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) seluas 85.244,925 hektare milik anak usaha PT Sugar Group Companies (SGC) di Provinsi Lampung.

Pencabutan HGU tersebut diumumkan Nusron Wahid dalam konferensi pers di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Januari 2026.

Lahan yang dicabut hak gunanya itu diketahui berada di atas tanah milik Kementerian Pertahanan yang dikelola TNI Angkatan Udara.

Perwakilan Triga Lampung menyebut keputusan itu sebagai langkah konkret negara dalam menertibkan penguasaan lahan berskala besar.

Mereka menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Kementerian ATR/BPN, serta aparat penegak hukum yang terlibat dalam proses pencabutan HGU tersebut.

Meski demikian, Triga Lampung menegaskan pencabutan HGU bukan akhir dari persoalan.

Triga Lampung berkomitmen mengawal proses lanjutan, terutama mekanisme penyerahan lahan kepada Kementerian Pertahanan melalui penerbitan Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

Salah satu titik krusial yang akan dikawal adalah pengukuran ulang lahan.

Triga Lampung mendesak agar pengukuran dilakukan secara transparan untuk memastikan kesesuaian luas lahan yang selama ini dikuasai SGC dengan HGU yang dicabut.

“Pengukuran ulang menjadi kunci. Kami menduga luas lahan yang dikelola melebihi angka 85 ribu hektare,” kata perwakilan Triga Lampung saat konferensi pers di media Center IJP Lampung pada Kamis, (22/1/2026).

Berdasarkan perhitungan mereka dan temuan masyarakat, luas lahan SGC diperkirakan bisa mencapai sekitar 120 ribu hektare.

Triga Lampung juga menyoroti banyaknya konflik dan sengketa agraria antara SGC dan masyarakat yang terjadi selama bertahun-tahun.

Triga Lampung berharap pencabutan HGU ini menjadi momentum pengembalian hak-hak masyarakat yang selama ini terampas.

Jika dalam pengukuran ulang ditemukan kelebihan lahan di luar HGU, Triga Lampung meminta pemerintah daerah dan Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung menyiapkan skema pengelolaan dan redistribusi lahan tersebut secara adil.

“Pertanyaan besarnya, jika ada kelebihan lahan di luar HGU, siapa yang selama ini menguasainya dan bagaimana negara hadir untuk menata ulang,” ujarnya.

Triga Lampung menilai penguasaan lahan yang melampaui izin resmi menjadi salah satu akar konflik agraria di Lampung.

Karena itu, Triga Lampung menegaskan akan terus mengawal proses ini agar berjalan sesuai mandat konstitusi dan kepentingan publik.

(Rls)

  • Penulis: Beni Sarbini

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2024
    • account_circle redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Polisi Tangkap Buronan Curanmor 16 TKP di Metro

    Polisi Tangkap Buronan Curanmor 16 TKP di Metro

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – Metro – Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Presisi Polres Metro kembali menunjukkan taringnya. Setelah hampir dua tahun memburu, buronan kasus pencurian sepeda motor yang telah beraksi di 16 Tempat Kejadian Perkara (TKP) akhirnya berhasil diciduk. Pelaku yang ditangkap adalah Aditya Chandra (20), warga Lingkungan II, Desa Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung […]

  • Residivis Curanmor Berhasil Dibekuk Tekab 308 Presisi Polsek Rumbia

    Residivis Curanmor Berhasil Dibekuk Tekab 308 Presisi Polsek Rumbia

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – Lampung Tengah – Tim Tekab 308 Presisi Polsek Rumbia berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi pada Sabtu lalu (22/11/25) sekitar pukul 07.00 WIB di Dusun II Kampung Reno Basuki, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah. Korban WU (18), kehilangan 1 unit sepeda motor Honda Beat yang saat itu diparkir di teras […]

  • Pelajar 17 Tahun di Lampung Selatan Ditangkap, Motor Teman Digelapkan

    Pelajar 17 Tahun di Lampung Selatan Ditangkap, Motor Teman Digelapkan

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Dona Setiawan
    • visibility 32
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – Lampung Selatan – Seorang pelajar berinisial MRF (17) diamankan Unit Reskrim Polsek Natar atas dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan sepeda motor yang terjadi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 00.00 WIB.   Kapolsek Natar AKP Budi Howo mengatakan, kasus ini bermula […]

  • Anggota DPRD Lampung Soroti Aksi Biduan Joget di Panggung Peringatan Isra Mi’raj

    Anggota DPRD Lampung Soroti Aksi Biduan Joget di Panggung Peringatan Isra Mi’raj

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Dona Setiawan
    • visibility 53
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – BANDAR LAMPUNG – Aksi biduan joget di panggung pada peringatan Isra Mi’raj menuai sorotan tajam. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung menegaskan panitia keagamaan wajib tidak asal-asalan dalam mengatur rangakaian kegiatan.   Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, M. Syukron Muchtar, mengatakan penampilan biduan yang berjoget di panggung peringatan Isra Mi’raj di Banyuwangi […]

  • Prabowo Dukung Solusi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas: Pembatas Permanen Segera Dibangun

    Prabowo Dukung Solusi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas: Pembatas Permanen Segera Dibangun

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – Lampung – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menunjukkan perhatian serius terhadap konflik antara manusia dan gajah yang telah berlangsung cukup lama di kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. Presiden menegaskan kepeduliannya terhadap kesulitan masyarakat serta menyatakan komitmen untuk mendukung penyediaan sumber daya dalam pembangunan pembatas permanen antara kawasan konservasi dan permukiman […]

expand_less