Bupati Lampung Selatan Go Internasional, Belajar Pengelolaan Sampah di Jepang
- account_circle Dona Setiawan
- calendar_month Rab, 28 Jan 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar

DEMOKRATIS.ID – Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus memperkuat arah kebijakan lingkungan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis itu diwujudkan melalui keikutsertaan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam workshop internasional pengelolaan sampah dan lingkungan yang diselenggarakan Pemerintah Jepang di Tokyo, pada 25–31 Januari 2026. Rabu, (28/01/2026).
Kegiatan internasional tersebut berada di bawah koordinasi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, dan menjadi ruang pembelajaran langsung bagi para kepala daerah dari berbagai negara terkait sistem pengelolaan limbah, daur ulang terpadu, serta tata kelola lingkungan berbasis kebijakan publik.
Dalam forum tersebut, paradigma pengelolaan sampah mengalami pergeseran mendasar. Sampah tidak lagi dipandang sebagai persoalan akhir, melainkan sebagai sumber daya bernilai ekonomi yang dapat diolah kembali secara berkelanjutan.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyatakan bahwa dalam forum tersebut sampah diposisikan bukan sekadar limbah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diolah kembali secara berkelanjutan.
“Dalam forum ini, sampah diposisikan bukan sekadar limbah, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diolah kembali secara berkelanjutan,” ujar Radityo Egi Pratama.
Menurutnya, sistem yang diterapkan Jepang menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat berjalan efektif, terintegrasi, dan berbasis teknologi modern, sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular.
Bupati Lampung Selatan menjelaskan, workshop tersebut mempertemukan pejabat tinggi dari berbagai negara untuk mempelajari secara langsung sistem nasional Jepang dalam pengelolaan limbah dan daur ulang.
“Hari ini saya berada di Tokyo, Jepang, dalam rangka kunjungan kerja untuk mempelajari langsung kondisi terkini pengelolaan dan daur ulang sampah di Jepang,” kata dia.
Ia menilai, pengalaman tersebut menjadi modal strategis bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan lingkungan yang lebih modern, adaptif, dan berkelanjutan.
“Ini hari pertama saya mengikuti workshop terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kita belajar banyak di Jepang, ternyata luar biasa. Jadi kalau Jepang saja bisa, Bismillah Indonesia juga bisa,” ujarnya.
Radityo Egi Pratama menjadi salah satu dari enam kepala daerah di Indonesia yang diundang secara resmi dalam program tersebut. Selain Bupati Lampung Selatan, delegasi Indonesia juga diikuti oleh Wali Kota Pekanbaru, Wali Kota Yogyakarta, Wali Kota Bogor, Wali Kota Mojokerto, serta Bupati Toba.
Seluruh rangkaian kegiatan workshop difasilitasi oleh Pemerintah Jepang, mulai dari akomodasi, materi pembelajaran, hingga kunjungan teknis ke fasilitas pengelolaan limbah.
Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan yang terintegrasi, sekaligus menjawab tantangan pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan iklim.
Keikutsertaan Bupati Lampung Selatan dalam forum internasional tersebut menegaskan komitmen daerah dalam membangun kolaborasi global di bidang lingkungan, serta memperkuat arah kebijakan menuju sistem pengelolaan sampah modern berbasis keberlanjutan dan ekonomi sirkular
- Penulis: Dona Setiawan









Saat ini belum ada komentar