Signal Ancaman Bagi Iran , Kapal Induk Abraham Lincoln USS Muncul Iran : Kami Siap dan Tidak Takut !!
- account_circle Dona Setiawan
- calendar_month Kam, 29 Jan 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar

Trump telah mengancam Teheran dengan serangan yang jauh lebih buruk daripada serangan terhadap tiga fasilitas nuklirnya pada Juni tahun lalu. Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Rabu, Trump memperingatkan bahwa “armada besar” sedang mendekati Iran. “Mereka siap untuk memenuhi misinya dengan cepat dan keras,” tulis Trumaap.
Dia mendesak Teheran untuka membuat kesepakatan tentang masa depan program nuklirnya. “Atau serangan berikutnya akan jauh lebih buruk,” lanjut Trump.
Namun, Iran menolak tunduk pada ancaman Trump. “Jika Trump menyerang lebih dulu, Iran akan memberikan respons yang tepat, bukan respons yang proporsional,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Kamis (29/1/2026).
Gharibabadi menyatakan bahwa respons Iran dapat menargetkan pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut, dan memperingatkan bahwa Israel juga dapat menderita kerugian.
Misi tetap Iran untuk PBB lebih eksplisit dalam respons-nya. “Terakhir kali AS melakukan kesalahan dengan berperang di Afghanistan dan Irak, mereka menghamburkan lebih dari USD7 triliun dan kehilangan lebih dari 7.000 nyawa warga Amerika,” tulis misi terseut dalam sebuah unggahan di X.
“Iran siap untuk dialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama– TETAPI JIKA DIPAKSA, MEREKA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPON SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!” lanjut unggahan tersebut, meniru gaya bahasa media sosial khas Trump.
Kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah minggu ini, didampingi oleh tiga kapal perusak yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Tomahawk. Selain jet tempur siluman F-35C dan F/A-18 yang dibawa oleh USS Abraham Lincoln, AS juga memindahkan jet tempur F-15E Strike Eagle, baterai rudal Patriot, dan sistem pertahanan udara THAAD ke wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Iran telah berulang kali memperingatkan Trump agar tidak melakukan “kesalahan perhitungan apa pun”. Pada akhir pekan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa mereka “lebih siap dari sebelumnya, siap menembak” untuk membela negara, dan menjanjikan konsekuensi menyakitkan bagi setiap agresi dari AS atau Israel.
“Iran tidak sedang bernegosiasi dengan AS, dan prioritas utamanya adalah siap 200 persen untuk membela diri,” imbuh dia.
Misi tetap Iran untuk PBB lebih eksplisit dalam respons-nya. “Terakhir kali AS melakukan kesalahan dengan berperang di Afghanistan dan Irak, mereka menghamburkan lebih dari USD7 triliun dan kehilangan lebih dari 7.000 nyawa wargaa Amerika,” tulis misi terseut dalam sebuah unggahan di X.
“Iran siap untuk dialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama– TETAPI JIKA DIPAKSA, MEREKA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPON SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!” lanjut unggahan tersebut, meniru gaya bahasa media sosial khas Trump.
Kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah minggu ini, didampingi oleh tiga kapal perusak yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Tomahawk. Selain jet tempur siluman F-35C dan F/A-18 yang dibawa oleh USS Abraham Lincoln, AS juga memindahkan jet tempur F-15E Strike Eagle, baterai rudal Patriot, dan sistem pertahanan udara THAAD ke wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Iran telah berulang kali memperingatkan Trump agar tidak melakukan “kesalahan perhitungan apa pun”. Pada akhir pekan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa mereka “lebih siap dari sebelumnya, siap menembak” untuk membela negara, dan menjanjikan konsekuensi menyakitkan bagi setiap agresi dari AS atau Israel.
- Penulis: Dona Setiawan









Saat ini belum ada komentar