Ketua DPW PWDPI Lampung Apresiasi Niat Baik Walikota Eva, Kita Bantu Awasi Saja Agar Sesuai Tujuan
- account_circle Dona Setiawan
- calendar_month Kam, 29 Jan 2026
- visibility 33
- comment 0 komentar

DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung , 28 Januari 2026 – Kebijakan pendirian SMA Siger oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung yang dipimpin Wali Kota Eva Dwi Ana terus mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, mengingat tujuan awalnya yang baik untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Bahkan, Ketua DPW PWDPI Lampung Richo Tambuse menyatakan sikapnya yang positif terhadap program ini.
“Saya melihat kebijakan ini dari sisi niat baik Wali Kota Eva yang ingin memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak kita, terutama yang kurang mampu. Kita harus berpikir positif saja dulu, karena pada dasarnya ini adalah upaya untuk menyelesaikan permasalahan keterbatasan akses pendidikan di Bandar Lampung,” ujar Richo Tambuse dalam sambutannya saat menghadiri acara temu masyarakat beberapa waktu lalu.
Richo Tambuse juga menambahkan, kita semua tinggal memperketat kontrol masyarakat agar niat yang sudah baik tidak menjadi salah kaprah, kita kawal saja.
Selain dukungan dari Richo Tambuse, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga sebelumnya telah menyatakan dukungan penuh terhadap SMA Siger, menyebutkan bahwa proses perizinan akan ditindaklanjuti secara cepat oleh Dinas Pendidikan Provinsi. “Kita melihat ini sebagai upaya nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat, jadi akan didukung agar proses hukumnya berjalan lancar,” ujar Gubernur dalam rapat koordinasi akhir Januari.
SMA Siger yang beroperasi di empat lokasi awal menggunakan fasilitas SMP negeri bekas telah menampung ratusan siswa sejak dibuka pada Juli 2025. Seluruh biaya pendidikan ditanggung Pemkot, termasuk buku pelajaran dan fasilitas lainnya. Meskipun sempat muncul beberapa permasalahan terkait modul pelajaran, pihak Yayasan Siger Prakarsa Bunda telah membantah adanya pemaksaan dan menyatakan bahwa semua biaya operasional telah dianggarkan hingga Juni 2026.
Wali Kota Eva Dwi Ana menjelaskan bahwa pendirian SMA Siger adalah bentuk komitmennya untuk menyediakan pendidikan yang adil. “Kita tidak bisa melihat anak-anak kita terpinggirkan hanya karena daya tampung SMA negeri terbatas. SMA Siger adalah solusi yang kita siapkan dengan penuh hati, dan kami terus berusaha untuk menyelesaikan semua proses hukum agar program ini bisa berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot juga sedang dalam proses mengubah Terminal Panjang yang terbengkalai menjadi SMA Siger baru dengan kapasitas hingga 2.000 siswa. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akses pendidikan tetapi juga memaksimalkan pemanfaatan aset negara.
Orang tua siswa, Siti Nurhaliza (42) dari Kecamatan Bumi Waras, mengaku sangat bersyukur dengan adanya SMA Siger. “Anak saya tidak lulus di SMA negeri, tapi berkat SMA Siger dia bisa melanjutkan sekolah tanpa biaya sama sekali. Ini sungguh menjadi harapan bagi keluarga kami,” ujarnya.
( Redaksi )
- Penulis: Dona Setiawan









Saat ini belum ada komentar