Breaking News
light_mode
Beranda » Nusantara » Ela ‘Mengelak’: Jembatan Kali Pasir, Lambang Kegagalan dan Absennya Kepemimpinan

Ela ‘Mengelak’: Jembatan Kali Pasir, Lambang Kegagalan dan Absennya Kepemimpinan

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar

Oleh: Cut Habibi (Sekretaris DPD AWPI Provinsi Lampung)

Jembatan Kali Pasir di Lampung Timur bukan sekadar proyek mangkrak. Ia adalah monumen kegagalan tata kelola, sekaligus cermin bagaimana sebuah masalah publik dibiarkan berlarut hingga kehilangan rasa malu.

Bertahun-tahun berdiri tanpa fungsi, jembatan itu kini lebih menyerupai rangka besi berkarat yang membelah sungai, bukan infrastruktur yang menyambung kehidupan warga.

Persoalan jembatan ini bukan cerita baru. Pemerintah daerah sebelumnya sempat membangun jembatan penghubung di lokasi tersebut, namun proyek itu terbengkalai dan tak pernah benar-benar dimanfaatkan.

Sejak dibangun pada 2018 dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp29 miliar, Jembatan Kali Pasir tak kunjung rampung. Informasi yang beredar menyebutkan proyek ini telah berganti kontraktor hingga tiga kali. Ironisnya, salah satu kontraktor bahkan tersandung kasus hukum terkait dugaan korupsi proyek yang sama.

Yang tersisa kini hanyalah tiang beton dan rangka besi berkarat, berdiri bisu di tengah aliran sungai menjadi saksi bisu kegagalan pengawasan dan kepemimpinan.

Namun yang membuat persoalan ini semakin mengusik bukan hanya mangkraknya proyek, melainkan sikap pemerintah daerah saat ini. Alih-alih menghadirkan langkah konkret, pernyataan resmi yang muncul justru berputar pada istilah “koordinasi”, “evaluasi”, dan “penelusuran administrasi”. Bahasa birokrasi yang rapi, tetapi hampa keputusan.

Seolah persoalan ini berdiri di ruang hampa, bukan di tengah aktivitas warga yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan karena jembatan tak kunjung berfungsi.

Di titik inilah publik mulai membaca satu pola: mengelak dengan bahasa kebijakan. Masalah diakui, tapi tidak dituntaskan.

Fakta disampaikan, tetapi tanpa tenggat. Seakan-akan waktu adalah sekutu, bukan musuh. Padahal setiap hari jembatan itu tak selesai, risiko bagi warga terus berlipat dan tanggung jawab politik kian menumpuk.

Kontradiksi itu semakin terang ketika pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Lampung Timur di bawah kepemimpinan Ela Siti Nuryamah mengambil langkah besar dengan mengajukan pinjaman daerah senilai Rp300 miliar untuk menutup belanja daerah2026, dengan fokus pada sektor infrastruktur dan layanan publik. Keputusan ini dijelaskan sebagai upaya percepatan pembangunan.

Sebuah narasi yang terdengar progresif, bahkan berani. Namun justru di sinilah pertanyaan publik menemukan momentumnya: percepatan yang mana, dan infrastruktur yang mana?

Sebab di saat pinjaman jumbo diajukan atas nama pembangunan, proyek-proyek lama yang nyata-nyata vital seperti Jembatan Kali Pasir justru belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Jika utang daerah dijadikan instrumen percepatan, maka proyek mangkrak yang mengancam keselamatan warga seharusnya menjadi prioritas pertama.

Bukan sekadar disebut dalam rapat, tetapi diselesaikan dengan keputusan yang tegas.

Pembangunan tidak diukur dari besar kecilnya pinjaman, melainkan dari keberanian menyelesaikan masalah yang sudah telanjang di depan mata.

Mengajukan utang Rp300 miliar tanpa menyelesaikan proyek Jembatan Kali Pasir yang mangkrak bertahun-tahun justru memperkuat kesan bahwa pemerintah lebih sibuk membangun narasi ketimbang menuntaskan kewajiban.

Kali Pasir kini telah melampaui makna sebuah jembatan. Ia menjelma simbol tentang bagaimana negara dalam skala lokal hadir atau absen dalam kehidupan warganya. Di satu sisi ada pidato tentang percepatan dan layanan publik, di sisi lain ada rangka besi berkarat yang dibiarkan menua tanpa kepastian.

Kebijakan pinjaman daerah semestinya menjadi wujud keberanian politik, bukan dalih baru untuk menunda penyelesaian persoalan lama. Ketika pemerintah berani menambah beban fiskal hingga ratusan miliar rupiah, publik berhak menuntut keberanian yang sama untuk menuntaskan proyek-proyek mangkrak yang sudah terlalu lama dibiarkan.

Pada akhirnya, Kali Pasir bukan hanya soal infrastruktur, melainkan soal konsistensi kepemimpinan. Antara janji percepatan dan kenyataan di lapangan, warga Lampung Timur menunggu satu hal paling sederhana: keputusan yang diwujudkan.

Jika tidak, maka sejarah akan mencatat satu babak kepemimpinan bukan sebagai masa pembangunan, melainkan sebagai masa ketika persoalan dijelaskan berulang-ulang dan ketika Ela memilih mengelak, bukan menyelesaikan. (Red)

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diperiksa 7 Jam di Kejati Lampung, Arinal Djunaidi Klaim Hanya Antar Berkas

    Diperiksa 7 Jam di Kejati Lampung, Arinal Djunaidi Klaim Hanya Antar Berkas

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung –Mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terkait perkara dugaan korupsi komisi migas, Kamis (18/12/25). Dirinya mulai diperiksa sekitar pukul 14.00 WIB di Gedung Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Lampung dan baru keluar pada pukul 19.45 WIB. Pemeriksaan berlangsung lebih dari tujuh jam dan Arinal […]

  • Polda Lampung Gelar Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Ini 9 Sasarannya

    Polda Lampung Gelar Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Ini 9 Sasarannya

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung beserta jajaran resmi menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi “Keselamatan Krakatau 2026”. Operasi ini bertujuan untuk menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. ​Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, operasi ini akan […]

  • Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., Mengawal jalannya Pelantikan Pengurus KONI Kota Bandar Lampung Masa Bakti 2025-2029

    Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., Mengawal jalannya Pelantikan Pengurus KONI Kota Bandar Lampung Masa Bakti 2025-2029

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle Dona Setiawan
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung – Komando Distrik Militer (Kodim) 0410/KBL, di bawah pimpinan Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., turut menyukseskan dan mengawal jalannya Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandar Lampung masa bakti 2025-2029. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Semergou, Teluk Betung Utara, ini menjadi penanda sinergi erat antara TNI, khususnya TNI-AD, […]

  • Ketua Umum GANM Nasional Hj. Anita Putri Resmi Raih Gelar Doktor di Universitas AN-NUR Lampung

    Ketua Umum GANM Nasional Hj. Anita Putri Resmi Raih Gelar Doktor di Universitas AN-NUR Lampung

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID –  Lampung – Program Doktor Universitas Islam AN-NUR Lampung, kembali melaksanakan Sidang Senat Terbuka Promosi Doktor,Rabu (4/1/2026) pada kesempatan ini Promovendus ANITA PUTRI, yang merupakan Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba dan Miras (GANM) Nasional yang juga merupakan mahasiswi Doktoral (S3) Program Studi Ilmu Pendidikan fakultas Manajemen Pendidikian Islam (MPI) resmi menyandang gelar Doktor di […]

  • Komunitas Wanita Inspiratif (KWI) Gandeng Unila Dorong Mahasiswa jadi Pencipta Kerja

    Komunitas Wanita Inspiratif (KWI) Gandeng Unila Dorong Mahasiswa jadi Pencipta Kerja

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Beni Sarbini
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Bandar Lampung –DEMOKRATIS.ID – Komunitas Wanita Inspiratif (KWI) melakukan pertemuan dengan pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung serta Fakultas Teknik Universitas Lampung dalam rangka menjalin kerja sama di bidang kewirausahaan. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Jumat 30 Januari 2026, bertempat di lingkungan Universitas Lampung, tepatnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Fakultas Teknik Universitas […]

  • Gudang Royal Elektronik Diduga Melanggar Aturan, Membuka Usaha di Kawasan Inti Cagar Budaya

    Gudang Royal Elektronik Diduga Melanggar Aturan, Membuka Usaha di Kawasan Inti Cagar Budaya

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – BANDAR LAMPUNG, – Sebuah ruko yang beralamat di Jalan Putri Dibalau Rt I , Lingkungan I, Kelurahan Kedamaian Kecamatan Kedamaian Kota Bandar Lampung yang digunakan sebagai gudang elektronik dikawasan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. diduga memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan data yang tidak sesuai. Sabtu ( 24/1). Hasil investigasi wartawan di […]

expand_less