MENGENAL AGUS TONI, BUDAYAWAN DAN TOKOH ADAT RAJABASA PENJAGA MARWAH ADAT LAMPUNG “Dari Gitar Klasik Hingga Pepanco, Menjaga Adat Tetap Hidup”
DEMOKRATIS.id,-BANDAR LAMPUNG –Di tengah derasnya arus modernisasi, masih ada putra daerah yang teguh menjaga warisan leluhur. Salah satunya adalah Bapak Agus Toni, seorang budayawan, seniman, dan Tokoh Adat Rajabasa Bandar Lampung yang kiprahnya sudah tidak diragukan lagi.
Nama Agus Toni sudah tidak asing di kalangan masyarakat adat Lampung, khususnya di wilayah Rajabasa dan sekitarnya. Beliau dikenal sebagai sosok yang multitalenta: mulai dari seniman, aktor, vokalis, hingga pemuka adat yang selalu dipercaya membawakan pepanco dan pantun dalam setiap acara adat.
Nama Lengkap : Agus Toni
Tempat, Tanggal Lahir : Rajabasa, 19 Agustus 1983
Nama Orang Tua :
Bapak : Usman Yusuf, Gelar Minak Suttan Indera Paksi
Ibu : Nurmanila, Gelar Suttan Ibu Meghittah
Alamat : Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No. 03.A Lk. 01 RT. 001 Kel. Rajabasa Nunyai, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung 35144
Lahir dari keluarga yang memegang gelar adat, darah kebudayaan memang sudah mengalir dalam diri Agus Toni sejak kecil. Didikan orang tua membuat beliau tumbuh dengan kecintaan besar terhadap adat, bahasa, dan seni Lampung.
Seiring waktu, Bapak Agus Toni tidak hanya menjadi penonton budaya. Beliau terjun langsung dan aktif di berbagai bidang:
*1. Ketua II Persatuan Pendekar Lampung (PPL)
Sebagai pengurus, beliau ikut membina generasi muda agar tetap menjunjung tinggi nilai kesatria, gotong royong, dan menjunjung piil pesenggiri masyarakat Lampung.
*2. Seniman Gitar Klasik Lampung
Petikan gitar klasik beliau sering mengiringi lagu-lagu daerah Lampung. Musik menjadi salah satu cara beliau memperkenalkan budaya Lampung kepada generasi muda dengan kemasan yang lebih menarik.
*3. Budayawan dan Aktor Film Lampung
Beliau aktif di dunia perfilman daerah. Lewat peran di film-film bernuansa Lampung, Agus Toni membantu melestarikan bahasa, logat, dan cerita rakyat Lampung agar tidak terlupakan.
*4. Vokalis Lagu Lampung
Suara emasnya sering terdengar dalam berbagai pentas seni dan acara budaya. Lagu-lagu Lampung yang beliau nyanyikan menjadi jembatan agar anak muda mau mencintai bahasanya sendiri.
*5. Tokoh Adat Rajabasa / Pengurus Adat Rajabasa
Inilah peran utama beliau. Sebagai tokoh adat, Agus Toni adalah “rujukan” utama jika ada kegiatan adat di wilayah Rajabasa.
Yang membuat nama Agus Toni semakin harum adalah keahliannya dalam membacakan pepanco dan berpantun.
“Setiap ada kegiatan acara adat, baik itu pernikahan adat Lampung, sunatan, maupun acara syukuran marhaban, beliau lah yang selalu dipercaya untuk membacakan pepanco dan pantunnya,” ujar salah satu tokoh masyarakat Rajabasa.
Dengan gaya bahasa yang berwibawa, santun, lucu, dan penuh makna, setiap pepanco yang beliau lantunkan mampu menghidupkan suasana. Pantun “Sang Ngaidu” yang beliau bawakan bukan sekadar hiburan, tapi berisi nasihat adat, agama, dan petuah untuk kedua mempelai maupun tuan rumah.
Bagi masyarakat Lampung, kehadiran Agus Toni dalam sebuah acara adat adalah jaminan bahwa acara tersebut akan berjalan sesuai pakem adat dan tetap khidmat.
Bagi Agus Toni, melestarikan budaya bukan sekadar hobi. Ini adalah tanggung jawab.
“Adat itu jati diri kita. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Lewat seni, musik, film, dan adat, saya ingin anak cucu kita tetap bangga jadi orang Lampung,” tuturnya.
Di usianya yang sekarang, beliau tetap aktif mengisi berbagai acara, membina komunitas seni, dan mendampingi generasi muda agar mau belajar bahasa dan adat
Lampung. adalah bukti nyata bahwa menjadi modern tidak harus meninggalkan akar budaya. Dari panggung musik, layar film, hingga pelaminan adat, beliau hadir sebagai penjaga marwah Lampung.
Semoga kiprah beliau menjadi inspirasi bagi generasi muda Bandar Lampung khususnya, dan masyarakat Lampung pada umumnya, untuk terus mencintai dan mengamalkan nilai-nilai luhur Sai Batin dan Pepadun.
(Iron Guna Pubian )

