Anak Krakatau Alami Gempa Dini Hari, BPBD Lampung Imbau Warga Tetap Tenang
DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali terdeteksi. Gunung api di Selat Sunda itu mengalami kegempaan pada Rabu dini hari, 16 September 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat, gempa terjadi pada periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Dalam laporan visual, Gunung Anak Krakatau tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Kondisi cuaca di sekitar gunung cerah hingga berawan, dengan angin lemah bertiup ke arah barat laut.
Hingga Rabu pagi, belum ada laporan peningkatan status aktivitas. Status Gunung Anak Krakatau masih pada level normal dengan rekomendasi radius bahaya 2 kilometer dari kawah aktif.
BPBD Lampung meminta masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir Lampung Selatan, untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Masyarakat diimbau tidak mendekati gunung dalam radius 2 KM dan selalu memantau informasi resmi dari PVMBG dan BPBD Lampung,” tulis BPBD dalam laporannya.
Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang berada di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatera. Aktivitas kegempaan seperti ini merupakan hal yang lumrah sebagai bagian dari dinamika vulkanik.
Meski demikian, BPBD menegaskan kesiapsiagaan tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

