Breaking News
light_mode
Beranda » Nusantara » Ela ‘Mengelak’: Jembatan Kali Pasir, Lambang Kegagalan dan Absennya Kepemimpinan

Ela ‘Mengelak’: Jembatan Kali Pasir, Lambang Kegagalan dan Absennya Kepemimpinan

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar

Oleh: Cut Habibi (Sekretaris DPD AWPI Provinsi Lampung)

Jembatan Kali Pasir di Lampung Timur bukan sekadar proyek mangkrak. Ia adalah monumen kegagalan tata kelola, sekaligus cermin bagaimana sebuah masalah publik dibiarkan berlarut hingga kehilangan rasa malu.

Bertahun-tahun berdiri tanpa fungsi, jembatan itu kini lebih menyerupai rangka besi berkarat yang membelah sungai, bukan infrastruktur yang menyambung kehidupan warga.

Persoalan jembatan ini bukan cerita baru. Pemerintah daerah sebelumnya sempat membangun jembatan penghubung di lokasi tersebut, namun proyek itu terbengkalai dan tak pernah benar-benar dimanfaatkan.

Sejak dibangun pada 2018 dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp29 miliar, Jembatan Kali Pasir tak kunjung rampung. Informasi yang beredar menyebutkan proyek ini telah berganti kontraktor hingga tiga kali. Ironisnya, salah satu kontraktor bahkan tersandung kasus hukum terkait dugaan korupsi proyek yang sama.

Yang tersisa kini hanyalah tiang beton dan rangka besi berkarat, berdiri bisu di tengah aliran sungai menjadi saksi bisu kegagalan pengawasan dan kepemimpinan.

Namun yang membuat persoalan ini semakin mengusik bukan hanya mangkraknya proyek, melainkan sikap pemerintah daerah saat ini. Alih-alih menghadirkan langkah konkret, pernyataan resmi yang muncul justru berputar pada istilah “koordinasi”, “evaluasi”, dan “penelusuran administrasi”. Bahasa birokrasi yang rapi, tetapi hampa keputusan.

Seolah persoalan ini berdiri di ruang hampa, bukan di tengah aktivitas warga yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan karena jembatan tak kunjung berfungsi.

Di titik inilah publik mulai membaca satu pola: mengelak dengan bahasa kebijakan. Masalah diakui, tapi tidak dituntaskan.

Fakta disampaikan, tetapi tanpa tenggat. Seakan-akan waktu adalah sekutu, bukan musuh. Padahal setiap hari jembatan itu tak selesai, risiko bagi warga terus berlipat dan tanggung jawab politik kian menumpuk.

Kontradiksi itu semakin terang ketika pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Lampung Timur di bawah kepemimpinan Ela Siti Nuryamah mengambil langkah besar dengan mengajukan pinjaman daerah senilai Rp300 miliar untuk menutup belanja daerah2026, dengan fokus pada sektor infrastruktur dan layanan publik. Keputusan ini dijelaskan sebagai upaya percepatan pembangunan.

Sebuah narasi yang terdengar progresif, bahkan berani. Namun justru di sinilah pertanyaan publik menemukan momentumnya: percepatan yang mana, dan infrastruktur yang mana?

Sebab di saat pinjaman jumbo diajukan atas nama pembangunan, proyek-proyek lama yang nyata-nyata vital seperti Jembatan Kali Pasir justru belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Jika utang daerah dijadikan instrumen percepatan, maka proyek mangkrak yang mengancam keselamatan warga seharusnya menjadi prioritas pertama.

Bukan sekadar disebut dalam rapat, tetapi diselesaikan dengan keputusan yang tegas.

Pembangunan tidak diukur dari besar kecilnya pinjaman, melainkan dari keberanian menyelesaikan masalah yang sudah telanjang di depan mata.

Mengajukan utang Rp300 miliar tanpa menyelesaikan proyek Jembatan Kali Pasir yang mangkrak bertahun-tahun justru memperkuat kesan bahwa pemerintah lebih sibuk membangun narasi ketimbang menuntaskan kewajiban.

Kali Pasir kini telah melampaui makna sebuah jembatan. Ia menjelma simbol tentang bagaimana negara dalam skala lokal hadir atau absen dalam kehidupan warganya. Di satu sisi ada pidato tentang percepatan dan layanan publik, di sisi lain ada rangka besi berkarat yang dibiarkan menua tanpa kepastian.

Kebijakan pinjaman daerah semestinya menjadi wujud keberanian politik, bukan dalih baru untuk menunda penyelesaian persoalan lama. Ketika pemerintah berani menambah beban fiskal hingga ratusan miliar rupiah, publik berhak menuntut keberanian yang sama untuk menuntaskan proyek-proyek mangkrak yang sudah terlalu lama dibiarkan.

Pada akhirnya, Kali Pasir bukan hanya soal infrastruktur, melainkan soal konsistensi kepemimpinan. Antara janji percepatan dan kenyataan di lapangan, warga Lampung Timur menunggu satu hal paling sederhana: keputusan yang diwujudkan.

Jika tidak, maka sejarah akan mencatat satu babak kepemimpinan bukan sebagai masa pembangunan, melainkan sebagai masa ketika persoalan dijelaskan berulang-ulang dan ketika Ela memilih mengelak, bukan menyelesaikan. (Red)

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejati Dalami Aliran Dana SPAM Melalui Bupati Pesawaran

    Kejati Dalami Aliran Dana SPAM Melalui Bupati Pesawaran

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS ID – Bandar Lampung– Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian, yang juga merupakan istri Dendi Romadhona, kembali memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung untuk pemeriksaan lanjutan di Ruang Pidsus. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan pendalaman dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesawaran 2022, yang kini melebar ke penelusuran dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang […]

  • Ketua IMF Soroti Dugaan Pungli yang Mencekik Pedagang di Sekitar Masjid Al Bakri, Desak Wali Kota Turun Tangan

    Ketua IMF Soroti Dugaan Pungli yang Mencekik Pedagang di Sekitar Masjid Al Bakri, Desak Wali Kota Turun Tangan

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle Beni Sarbini
    • visibility 30
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung, – Ketua Integrity Media Forum (IMF), Indra Segalo Galo, menyoroti dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dinilai memberatkan pedagang kaki lima di sekitar Masjid Al Bakri dan area samping Swalayan Gelael Enggal, Kota Bandar Lampung. Jumat (16/1/2026) Para pedagang mengaku dibebani pungutan sewa lahan sebesar Rp200 ribu per bulan untuk berjualan […]

  • *YBM BRILiaN Terima donasi Insan BRILiaN BRI Region 5 Bandar Lampung*

    *YBM BRILiaN Terima donasi Insan BRILiaN BRI Region 5 Bandar Lampung*

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 50
    • 0Komentar

      DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung – YBM BRILiaN menerima donasi dana tanggap bencana banjir bandang wilayah Sumatera dari Insan BRILiaN Region 5 Bandar Lampung senilai Rp.86.89 Juta yang telah dihimpun sejak pekan lalu Secara simbolis donasi diserahkan oleh Bapak Arief Amirudin Regional Business Support BRI Region 5 Bandar Lampung kepada Amir Mudaris Badan Pelaksana YBM […]

  • Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Ditangkap KPK, Segini Kekayaannya

    Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Ditangkap KPK, Segini Kekayaannya

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS ID – Lampung –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, pada Rabu (10/12/2025). Penangkapan ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjaring OTT dalam dugaan tindak pidana korupsi. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Ardito kepada KPK pada 10 April 2025, total harta […]

  • Media Rilis Indonesia Gelar Rapat Akhir Tahun Dewan Redaksi, Tingkatkan Kinerja Di Tahun 2026

    Media Rilis Indonesia Gelar Rapat Akhir Tahun Dewan Redaksi, Tingkatkan Kinerja Di Tahun 2026

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung – Dewan Redaksi Media Rilis Indonesia menggelar Rapat Awal Tahun, dan sebagai bahan evaluasi, kinerja di tahun 2025, adapun rangkaian acara dengan doa bersama untuk mempererat silaturahmi antar anggota tim jurnalis.Jumat (2/1/2026). Dalam rapat ini membahas evaluasi serta penyusunan program kerja jangka pendek dan jangka panjang untuk tahun 2026. Kegiatan ini, […]

  • Perampokan Bersenjata Api di Tulang Bawang Barat, Sopir Truk Dirampok Ratusan Juta

    Perampokan Bersenjata Api di Tulang Bawang Barat, Sopir Truk Dirampok Ratusan Juta

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – Tulang Bawang  – Aksi perampokan bersenjata api terjadi di Jalan Tiyuh Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Senin (19/1/2026). Seorang sopir truk menjadi korban dalam kejadian tersebut dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Korban diketahui bernama Santo, pengemudi truk putih yang saat itu hendak menyetorkan uang hasil usaha tokonya […]

expand_less