Metro

Kalapas Melakukan Pengancaman Keras Ke Wartawan Dengan Kata Membunuh

DEMOKRATIS.ID – Metro – Wartawan yang bertugas di Kota Metro, mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan saat akan melakukan peliputan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Metro, Selasa (3/3/2026). Ketiga wartawan online di sogok uang dan diancam dibunuh.

Kejadian berawal saat ketiga jurnalis online hendak masuk ke dalam lapas dan hendak meliput kegiatan bulan ramadan bagi warga binaan. Namun sayang ketiga jurnalis yang hendak meliput justru tidak di perkenankan masuk.

“Pak Kalapas lagi sibuk, masih ada rapat, nanti saya sampaikan, “ujar salah satu pegawai kepada ketiga jurnalis.

Setelah beberapa menit para jurnalis yang menunggu diluar yaitu Rusia jurnalis gardarepublik.id, Roby Chandra jurnalis netthreeone.com yang juga tergabung dalam organisasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dan Taufik dari kabardigital.com, tiba tiba saja salah satu pegawai memanggil dan memberikan dua amplop. Sontak membuat ketiga jurnalis merasa di lecehkan bak seorang pengemis.

“Mana yang namanya Roby, tanya salah satu pegawai sambil memberi dua amplop berisi uang. Dia mengatakan uang tersebut titipan dari atasannya.

Kejadian ini membuat ketiga wartawan yang hendak meliput merasa terhina. Niat untuk meliput kegiatan Ramadan 2026, malah disogok uang.

Spontan Roby Chandra, wartawan netthreeone.com, melontarkan protes kepada pegawai Lapas Kelas II B Metro dengan mempertanyakan apa maksudnya memberikan amplop di dalamnya berisi uang. Namun, staf lobi tersebut mengatakan dia hanya menjalankan perintah.

“Saya hanya menjalankan perintah,” kata salah satu pegawai.
Ketiga wartawan yang merasa profesinya dilecehkan tetap tidak terima atas perlakuan pihak Lapas Kelas II B Metro, dan langsung mengembalikan uang tersebut di loket teralis besi sambil mendokumentasikannya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *