Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Bandar Lampung » Wali Murid SMPN 1 Bandar Lampung Keluhkan Pungutan untuk AC, Ketum PWDPI: Ini Bertentangan dengan Peraturan dan Keadilan

Wali Murid SMPN 1 Bandar Lampung Keluhkan Pungutan untuk AC, Ketum PWDPI: Ini Bertentangan dengan Peraturan dan Keadilan

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar

DEMOKRATIS.ID – BANDAR LAMPUNG – Sejumlah wali murid SMPN 1 Kota Bandar Lampung mengeluarkan keluhan terkait berbagai bentuk pungutan yang diberi nama sumbangan, mulai dari pengadaan dan pemeliharaan unit pendingin udara (AC) hingga kegiatan ekstrakurikuler (eskul) di sekolah.

Salah satu narasumber menyampaikan bahwa besaran sumbangan untuk AC per siswa berkisar antara 2 hingga 4 juta rupiah, dengan total siswa diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang.

“Untuk kelas 7 saja ada 11 kelas. Jika satu kelas sekitar 35 siswa maka total ada 385. Belum lagi kelas 8 dan 9, maka total diperkirakan ada 1000 siswa lebih. Jika dikalikan rata-rata 2 juta maka total bisa terkumpul 2 miliar lebih. Sedangkan menurut keterangan pihak sekolah biaya listrik AC setahun hanya 60 juta. Sisanya kemana,” ungkapnya pada Selasa (6/1/2026).

Menurut keluhan yang diterima, wali murid yang tidak membayar sumbangan untuk AC akan menghadapi ancaman unit pendingin udara di ruang kelas akan dimatikan. Selain itu, siswa juga dikenakan iuran untuk mengikuti kegiatan eskul.

“Namanya sumbangan kok dipatok dan diwajibkan. Ini bukan sumbangan,” ucap salah satu wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya. “Bahkan bukan itu saja, untuk kegiatan eskul juga siswa dikenakan iuran,” tambahnya.

Hal ini terjadi meskipun Wali Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pendidikan telah mengeluarkan larangan terhadap segala bentuk pungutan uang atas nama komite atau sumbangan di satuan pendidikan negeri maupun swasta. Kejadian ini juga dikatakan telah berlangsung bertahun-tahun.

“Kita sudah diberitahu kalau tidak bayar, ACnya tidak akan dinyalakan. Padahal larangan pungutan sudah ada, tapi ini sudah berlangsung lama,” ungkap wali murid lainnya. Beberapa wali murid juga mengaku bahwa iuran tersebut datang langsung sebagai perintah dari kepala sekolah.

Terpisah, Ketua Umum Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) M. Nurullah RS angkat bicara terlait informasi tersebut. Dia menegaskan bahwa kasus ini sangat meresahkan dan bertentangan dengan peraturan yang berlaku serta prinsip keadilan dalam pendidikan.

“Pendidikan seharusnya menjadi hak yang dapat diakses oleh semua anak tanpa beban pungutan yang tidak jelas dan dipaksakan. Larangan pungutan telah jelas dikeluarkan, namun masih terjadi seperti ini, bahkan bertahun-tahun. Ini menunjukkan adanya kekurangan pengawasan dan perlu adanya tindakan tegas dari pihak berwenang,” ujar M. Nurullah RS.

Ia juga menyoroti perhitungan yang menunjukkan adanya selisih besar antara jumlah uang yang terkumpul dengan biaya yang disebutkan pihak sekolah. “Perbedaan yang signifikan ini harus menjadi perhatian serius. Kita perlu mengetahui ke mana dana tersebut digunakan dan apakah ada transparansi dalam pengelolaannya. Pihak sekolah harus memberikan klarifikasi yang jelas kepada wali murid dan masyarakat,” tambahnya.

Dia juga mengimbau agar pihak sekolah segera menghentikan praktik pungutan yang dipaksakan tersebut dan melakukan evaluasi serta perbaikan sistem pengelolaan keuangan. Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung diminta untuk melakukan penyelidikan mendalam dan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk menjaga keadilan dan kualitas pendidikan di Kota Bandar Lampung.

“Bila perlu kepala sekolahnya harus dipecat dan diberikan sanksi tegas,”Pungkanya.(Tim Media Group PWDPI)

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua KAWAT Bandar Lampung Dipercaya Isi Kepengurusan DPW PKB Provinsi Lampung

    Ketua KAWAT Bandar Lampung Dipercaya Isi Kepengurusan DPW PKB Provinsi Lampung

    • calendar_month 2 jam yang lalu
    • account_circle Dona Setiawan
    • visibility 8
    • 0Komentar

      DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung – Ketua Komunitas Wartawan Kota Bandar Lampung (KAWAT), Hadransyah yang akrab disapa Ardan, resmi mendapat kepercayaan sebagai pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung untuk masa bakti 2026–2031. Dalam kepengurusan tersebut, Ardan mengemban tugas pada bidang Perhubungan dan Transportasi.   Pelantikan pengurus DPW PKB Provinsi Lampung […]

  • Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., Mengawal jalannya Pelantikan Pengurus KONI Kota Bandar Lampung Masa Bakti 2025-2029

    Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., Mengawal jalannya Pelantikan Pengurus KONI Kota Bandar Lampung Masa Bakti 2025-2029

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle Dona Setiawan
    • visibility 45
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung – Komando Distrik Militer (Kodim) 0410/KBL, di bawah pimpinan Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., turut menyukseskan dan mengawal jalannya Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandar Lampung masa bakti 2025-2029. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Semergou, Teluk Betung Utara, ini menjadi penanda sinergi erat antara TNI, khususnya TNI-AD, […]

  • Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 461
    • 0Komentar

    TEL AVIV — Yocheved Lifshitz, one of the first Israeli hostages released by Hamas, took the world by surprise in late October when she shook the hand of one of her captors and uttered a single word: “Shalom” — a Hebrew salutation meaning “peace.” Now, in an exclusive interview, Lifshitz said she believes peace can […]

  • “Tidak Adil dan Tidak Transparan!” – Ketua IMF Soroti Carut-Marut MoU Iklan Diskominfo Bandar Lampung, Minta BPK dan KPK Turun Tangan

    “Tidak Adil dan Tidak Transparan!” – Ketua IMF Soroti Carut-Marut MoU Iklan Diskominfo Bandar Lampung, Minta BPK dan KPK Turun Tangan

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung – Polemik nota kesepahaman (MoU) kerja sama iklan antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandar Lampung kian memanas. Ketua Integrity Media Forum (IMF), Indra Segalogalo, melontarkan kritik keras dengan menyebut kerja sama tersebut diduga tidak adil, tidak transparan, dan berpotensi hanya menguntungkan pihak tertentu. Sorotan Indra menguat setelah ia mengaku […]

  • Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 354
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Perkuat Sinergi Pembangunan, Pemkab Tubaba Gelar Musrenbang RKPD 2026

    Perkuat Sinergi Pembangunan, Pemkab Tubaba Gelar Musrenbang RKPD 2026

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    TUBABA DEMOKRATIS.ID –  Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperkuat sinergi pembangunan melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di dua wilayah, yakni Kecamatan Way Kenanga dan Kecamatan Gunung Agung, Selasa (27/01/2026). Musrenbang RKPD 2026 tersebut dipusatkan di Balai Tiyuh Mercu Buana, Kecamatan Way […]

expand_less