UIN Raden Intan Lampung Didukung Kemenag Percepat Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045
DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung, – Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) didorong untuk mempercepat transformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dorongan tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP,M.Ag, saat memberikan pengarahan di Ruang Teater Gedung Academic and Research Center UIN Raden Intan Lampung, Sabtu (25/7).
Kegiatan ini dihadiri Rektor UIN RIL Prof. H. Wan Jamaluddin Z.,M.Ag., Ph.D, beserta jajaran pimpinan universitas, dekan, kepala lembaga, kepala UPT, ketua program studi, dan para koordinator.
Dalam paparannya, Prof. Arskal mengapresiasi perkembangan UIN RIL sejak bertransformasi dari IAIN menjadi UIN pada 2017. Ia menyebut kemajuan itu harus terus diperkuat agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
4 Tahap dan 5 Pilar Penguatan PTKI
Prof. Arskal menjelaskan pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) hingga 2045 akan dilakukan melalui empat tahap: konsolidasi, akselerasi, globalisasi, dan mercusuar.
“Fase konsolidasi 2025–2027 fokus pada penguatan dasar melalui redesain kurikulum berbasis profil lulusan, peningkatan akreditasi, penguatan kompetensi dosen, pengembangan ma’had, serta literasi digital. Sementara fase akselerasi 2027–2030 difokuskan pada penguatan riset, publikasi ilmiah, kemitraan industri, program fast track, dan pengembangan prodi sesuai kebutuhan zaman,” jelasnya.
Ia menegaskan transformasi PTKI harus ditopang lima pilar: transformasi kurikulum, peningkatan mutu dan akreditasi, riset dan inovasi, internasionalisasi, serta penguatan karakter.
Dorongan Penguasaan AI
Prof. Arskal juga mengingatkan tantangan yang masih dihadapi PTKI, mulai dari pemerataan kualitas dosen, relevansi kurikulum dengan industri, disrupsi teknologi digital, hingga krisis moral.
“Oleh karena itu dosen harus terus meningkatkan kompetensi, termasuk menguasai teknologi AI sebagai bagian dari transformasi pembelajaran di era digital,” tegasnya.
Progres Fakultas Kedokteran UIN RIL
Rektor UIN RIL Prof. Wan Jamaluddin menyambut baik arahan Kemenag. Ia memaparkan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran UIN RIL kini telah memasuki tahap akhir persiapan.
“Kami sedang berada di tahap penghujung perjuangan mempersiapkan Fakultas Kedokteran. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat segera dilakukan visitasi oleh Kemendiktisaintek,” ujarnya.
Rektor juga berharap dukungan Kemenag dalam optimalisasi pemanfaatan tanah hibah dari Pemerintah Provinsi Lampung yang telah bersertifikat dan tercatat sebagai Barang Milik Negara. Menurutnya, hal itu menjadi modal penting bagi UIN RIL untuk memperluas layanan pendidikan dan mempercepat transformasi menuju perguruan tinggi Islam berkelas dunia.

