Ketua BEM UGM Soroti Anggaran Rp 335 Triliun, Serukan Transparansi Program Makan Bergizi Gratis
DEMOKRATIS.ID – Yogyakarta – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tio Aryanto menyoroti alokasi anggaran sebesar Rp 335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis. Dalam sebuah forum terbuka, ia meminta agar penggunaan anggaran tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel. Kamis (19/2/2026)
Ia menilai, besarnya dana yang digelontorkan pemerintah harus diimbangi dengan mekanisme pengawasan yang ketat agar pelaksanaan program benar-benar tepat sasaran.
Menurutnya, tujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat tidak boleh tercoreng oleh persoalan tata kelola anggaran.
“Anggaran sebesar itu harus benar-benar diawasi. Transparansi menjadi kunci agar program berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan polemik,” ujar Tio lantang.
Pernyataan tersebut mendapat beragam respons dari masyarakat. Sejumlah pihak mengapresiasi sikap kritis yang ditunjukkan mahasiswa sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dalam sistem demokrasi. Di tengah anggapan sebagian generasi muda cenderung apatis terhadap isu kebijakan publik, langkah tersebut dinilai mencerminkan kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Pengamat kebijakan publik menilai, partisipasi aktif mahasiswa dalam mengawal kebijakan strategis nasional merupakan hal yang wajar dan diperlukan. Kritik yang disampaikan secara terbuka, argumentatif, dan bertanggung jawab dinilai dapat memperkuat prinsip transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.
Sikap tersebut juga dipandang sebagai bentuk keberanian menyampaikan pendapat di ruang publik tanpa mengedepankan emosi.
Dalam konteks demokrasi, keberanian untuk berbicara dan mengingatkan ketika terdapat kebijakan yang dinilai perlu dikritisi merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pemerintahan yang bersih dan terbuka.
(Red)

