HUKUM PERISTIWA

Minuman Keras Berujung Pengeroyokan di Tulang Bawang, Pelaku Buron

DEMOKRATIS.ID – Tulang Bawang – Sepenggal peristiwa menjadi contoh salah dampak bahayanya mengkonsumsi minuman keras, di Kabupaten Tulang Bawang sesama rekan terpaksa menganiaya gara-gara minuman keras yang mereka beli. Peristiwa tersebut terjadi pada minggu malam, Senin malam (16/2/2026).

Kronologis pertiwa tersebut bermula saat Romi (korban) sedang berkumpul dengan rekan-rekan dan salah satunya bernama Fino dan Rido (pelaku) yang beralamat di kontrakan depan loket bus Puspajaya di Desa Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung. Kemudian korban bersama rekan-rekanya tersebut iuran untuk membeli minuman berupa tuak dan vigur,

Namun setelah minuman tersebut dibeli mulai terjadi perselisihan antara korban dengan rekan-rekanya sehingga korban merasa diremehkan oleh rekan-rekanya lalu korban sengaja memecahkan botol vigur yang mereka beli dari uang iuran, setelah itu korban pergi meninggalkan rombongan menuju ke Lapo Tuak Kampung Bali untuk membeli tuak.

Setelah beli tuak korban kembali menuju kantor BCA untuk mengembalikan kendaraan sepeda motor yang dipinjam dari rekannya yang bekerja di BCA. sesampainya di BCA pelapor sedang duduk sambil meminum tuak yang dibelinya tiba-tiba, tak lama kemudian rombongan Fino dan Rido cekcok antara korban dengan rombongan.

Tak selang lama korban akhirnya dikeroyok oleh beberapa orang dan setelah korban mengetahui ada salah satu pelaku pengeroyokan yang mengeluarkan senjata tajam berupa pisau lalu korban kabur masuk ke dalam toko buah yang berada tidak jauh dari kejadian. Kemudian pemilik toko beserta orang-orang di sekitarnya berusaha membubarkan rombongan orang tersebut dan setelah bubar korban bersama saksi Kurnia Wahyu menuju ke kantor Polsek Banjar Agung untuk melaporkan kejadian.

Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami luka nyeri pada kepala bagian atas dan muka samping serta luka robek pada dahi tengah. Kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjar Agung, orang tua korban, Karnadi, meminta kasus pengeroyokan tersebut segera diproses dan para pelaku ditangkap

“Kami minta agar para pelaku yang mengeroyok anak saya segera ditangkap, karena mereka sampai saat ini masih berkeliaran bebas, jadi saya sebagai orang tua khawatir jika pelaku mencari anak saya lagi dan terjadi hal-hal yang lebih kami khawatirkan, semoga polisi segera bertindak, semua saya serahkan ke pihak berwajib,” ujar Karnadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *