Lampung Selatan

“Quick Response” Pemda Lamsel Perbaiki Akses Jalan yang Terputus Akibat Dihantam Hujan, Mendapat Apresiasi dari Masyarakat Sekitar

DEMOKRATIS.ID – Lampung Selatan – Jembatan yang berada di jalan penghubung antara Kecamatan Fajar Baru dan Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, ambrol setelah diterpa hujan deras. Peristiwa tersebut menyebabkan akses transportasi masyarakat terputus dan mengganggu aktivitas warga di kedua wilayah.

 

Menurut Subani, petugas dari UPT PU Jati Agung, saat ditemui di lokasi menjelaskan bahwa ambrolnya jembatan diperkirakan terjadi sebelum Hari Raya Idulfitri. Ia menyebut, selain faktor cuaca usia bangunan yang sudah cukup tua menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan.Rabu (26/4/2026)

 

“ Jembatan ini dibangun sekitar tahun 70-an. Karena memang sudah lama, ditambah curah hujan yang tinggi, akhirnya tidak mampu menahan beban dan ambrol,” jelas Bani.

 

Menindak lanjuti kejadian tersebut, pihak UPT PU Jati Agung segera mengajukan penanganan tanggap darurat yang kemudian direalisasikan melalui pembangunan gorong-gorong jenis Box Culvert.

 

Menanggapi informasi yang beredar terkait tidak adanya papan Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Subani menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan pekerjaan darurat yang sebelumnya tidak direncanakan. Ia juga menyebutkan bahwa anggaran yang diajukan dalam penanganan ini berada di kisaran Rp500 juta.

 

“ Karena ini proyek darurat, belum sempat dipasang papan KIP seperti biasanya. Untuk penanganan ini kami mengajukan anggaran pagu sekitar Rp500 juta,” ujar Bani.

 

Untuk sementara, akses jalan di lokasi telah ditutup total. Pihak UPT PU Jati Agung juga telah memasang plang pemberitahuan serta mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif demi keselamatan warga.

 

“ Awalnya kami sempat membuka akses untuk kendaraan roda dua, tapi karena semakin ramai, akhirnya kami tutup total demi keselamatan dan kelancaran pekerjaan,” tambah nya.

 

Ia juga meminta dukungan dan pengertian dari seluruh masyarakat agar proses pembangunan dapat berjalan lancar.

 

“ Kami mohon dukungan semua pihak. Semoga pengerjaan ini bisa cepat selesai. Estimasi waktu sekitar 45 sampai 60 hari kerja, tergantung kondisi cuaca. Kalau cuaca mendukung, insya Allah bisa lebih cepat,” pungkasnya.

 

Sementara itu, warga setempat berharap pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dapat mempercepat proses perbaikan agar akses jalan segera kembali normal. Warga mengaku sangat terdampak dengan terputusnya jalur tersebut, terutama dalam aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari.

 

“ Kami berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan pembangunan ini, supaya akses kembali normal dan aktivitas kami tidak terganggu terlalu lama,” ujar salah satu warga.

 

(Ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *