Bandar Lampung

Pimred Demokratis Id Apresiasi Pergantian Kepala BGN, Desak Bersih-Bersih Mafia SPPG

DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung – Pimpinan Redaksi Demokratis id, Maradona Setiawan, mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo Subianto mengganti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Nanik S. Deyang kini resmi ditunjuk menggantikan Dadan Hindayana yang terseret dugaan korupsi praktik jual beli izin pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Maradona menilai pergantian itu langkah tegas presiden menyusul mencuatnya berbagai persoalan di tubuh BGN. Mulai dari dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa, hingga isu praktik jual beli izin dapur umum Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kamis (04/06/26)

“Kami dari insan pers sebagai kontrol sosial dan ruang aspirasi rakyat, terutama masyarakat bawah, menyesalkan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan buruknya tata kelola yang dilakukan pimpinan BGN sebelumnya. Ini mencederai semangat Program MBG yang seharusnya untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai program yang tujuannya menyejahterakan rakyat malah dimanfaatkan kepentingan pribadi dan kelompok,” tegas Maradona, Rabu 4/6/2026.

Ia mendesak pimpinan baru BGN segera melakukan pembenahan total dan mengubah pola serta sistem kerja agar praktik korupsi tidak terulang. Menurutnya, proses verifikasi SPPG ke depan harus dilakukan terbuka, transparan, dan profesional untuk mencegah pungutan liar.

“Pimpinan harus hati-hati dan jangan bermain-main lagi. MBG adalah program nasional yang berkaitan langsung dengan kedaulatan rakyat dan pemenuhan gizi masyarakat,” ujarnya.

Maradona juga mengapresiasi gerak cepat Presiden Prabowo yang langsung mengevaluasi dan mengeksekusi kepemimpinan BGN. Langkah itu dinilainya memberi pesan jelas bahwa Program MBG harus dikelola serius, ketat, bersih, dan profesional karena bermuara pada kepentingan rakyat.

Selain pembenahan internal, ia mengingatkan BGN memperketat keamanan dan standardisasi makanan agar higienis dan sehat. Standar itu penting untuk mencegah kasus keracunan yang belakangan sering terjadi. Manajemen SPPG juga dinilai perlu lebih ketat, mulai dari survei pasar hingga spesifikasi bahan pangan yang jelas dan sesuai Angka Kecukupan Gizi.

“Tidak kalah penting, rantai pasok pangan harus terlihat jelas dan transparan. Mulai dari pengambilan pasokan dari petani untuk sayur, ikan, daging, dan buah, hingga keterlibatan UMKM lokal. Ini demi keadilan dan peningkatan ekonomi daerah,” tutup Maradona.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *