RSU Handayani Klarifikasi Video Viral Penanganan Pasien IGD
DEMOKRATIS ID – RSU Handayani membantah tudingan lalai dalam penanganan pasien yang videonya viral di media sosial. Manajemen menegaskan seluruh tindakan medis telah sesuai SOP, dan pasien datang ke IGD dalam kondisi kritis pasca kecelakaan lalu lintas.
Klarifikasi itu disampaikan melalui akun Instagram resmi @rumahsakithandayani, Rabu (19/8/2026).
“Pasien datang ke IGD dalam kondisi kritis pasca kecelakaan lalu lintas dan segera mendapatkan penanganan kegawatdaruratan,” tulis manajemen rumah sakit.
RSU Handayani merinci rangkaian penanganan yang dilakukan: pemeriksaan penunjang termasuk CT scan kepala, pemeriksaan dokter spesialis, perawatan intensif, hingga proses rujukan yang disesuaikan dengan kondisi klinis pasien.
Ketika kondisi pasien memburuk, tim medis disebut melakukan resusitasi dan upaya penyelamatan sesuai prosedur kegawatdaruratan.
“Pasien dibiarkan tanpa penanganan” adalah kesan yang dibantah RS.
Berdasarkan hasil investigasi bersama pihak-pihak terkait, rumah sakit menyatakan pelayanan yang diberikan telah dilaksanakan sesuai SOP, indikasi medis, dan standar pelayanan yang berlaku.
RS juga menyoroti bahwa penilaian tidak bisa hanya berdasarkan potongan video yang beredar. Kondisi pasien sejak awal sudah kritis akibat kecelakaan, sehingga butuh melihat rangkaian penanganan secara menyeluruh.
Di sisi lain, viralnya video ini diakui RS menjadi cermin pentingnya transparansi dan komunikasi dengan keluarga pasien. Keterbukaan informasi disebut penting agar ruang publik tidak diisi dugaan.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang aman, profesional, menjaga kerahasiaan pasien, serta terbuka terhadap evaluasi dan perbaikan berkelanjutan,” tegas manajemen.
RSU Handayani menyatakan tetap terbuka untuk dievaluasi. Namun mereka menekankan, kematian pasien harus dilihat berdasarkan data medis, bukan opini dari video viral.
Latar Belakang :
Video yang memperlihatkan penanganan pasien hingga meninggal dunia sebelumnya memicu derasnya komentar dan tudingan publik di media sosial. Hingga kini belum ada keterangan dari keluarga pasien terkait klarifikasi tersebut. (*)

