Tony Eka Candra Ajak Jadikan Maulid Nabi Sebagai Kompas Akhlak dan Persatuan
DEMOKRATIS ID – Bandar Lampung – Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung sekaligus Ketua PD VIII KB FKPPI Provinsi Lampung, Tony Eka Candra, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah sebagai momentum meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Tony, peringatan Maulid tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Di tengah derasnya arus globalisasi dan kompleksitas kehidupan modern, nilai-nilai yang diwariskan Nabi Muhammad SAW justru semakin relevan menjadi rujukan.
“Di tengah derasnya arus globalisasi dan kompleksitas kehidupan modern, kita dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari dekadensi moral, krisis kepercayaan hingga rentannya persatuan. Keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi kompas dalam menjalani kehidupan,” ujar Tony dalam keterangannya, Selasa 25 Agustus 2026.
Tony menyoroti tiga nilai keteladanan yang dinilai paling mendesak untuk diterapkan saat ini.
Pertama, integritas dan kejujuran. Jauh sebelum diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW telah mendapat gelar Al-Amin sebagai sosok yang dapat dipercaya. Nilai itu, kata Tony, harus menjadi landasan bagi setiap pemimpin, tokoh masyarakat, maupun aparatur dalam menjalankan pengabdian.
“Kepercayaan masyarakat hanya bisa diraih ketika ucapan selaras dengan perbuatan. Integritas dan kejujuran tidak boleh ditawar,” tegasnya. Tony juga menjabat sebagai Bendahara DPD Golkar Lampung.
Kedua, kepedulian sosial dan perlindungan terhadap generasi muda. Ia mencontoh kasih sayang Rasulullah terhadap anak yatim, kelompok lemah, orang tua, dan generasi muda. Sebagai Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung, Tony menekankan pentingnya membentengi generasi penerus dari ancaman narkotika dan pergaulan bebas.
“Membangun bangsa yang kuat harus dimulai dengan menyelamatkan dan membina generasi mudanya,” katanya.
Ketiga, kebijaksanaan dalam merawat persatuan.Tony mengingatkan pentingnya menjaga dialog, keadilan, toleransi, dan gotong royong sebagai perekat masyarakat majemuk.
“Perbedaan tidak boleh menjadi sumber konflik. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan dan harmoni dalam membangun daerah maupun bangsa,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Tony menegaskan kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup diwujudkan melalui lantunan selawat, tetapi harus tercermin dalam perilaku dan tindakan sehari-hari.
“Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat untuk terus meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

