HUKUM PERISTIWA

Air Mata Terus Membasahi Pipi Ernawati, Ibunda Reyhan Arisyah Putra (9), Saat ditemui Di Rumah Duka

DEMOKRATIS .ID-Tak banyak kata yang terlontar dari mulutnya selain air mata yang terus menetes meratapi kepergian sang putra kesayangan.

Reyhan merupakan siswa kelas 3 SD Negeri 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, yang meninggal dunia seusai mengonsumsi buah kelengkeng dari menu program Makan Bergizi Gratis alias MBG, Selasa (22/9/2026).

Ernawati pun mengenang detik-detik terakhir kebersamaannya dengan sang putra. Malam sebelum kejadian, Ernawati menyebut, tingkah laku Reyhan biasa saja, tak ada yang aneh ataupun janggal.

Ia menyebut, jika putranya itu memang sangat menggemari buah-buahan. Sebelum berangkat sekolah, Reyhan bahkan sempat disuapi sarapan oleh ibunya di rumah.

“Malamnya bilang, ‘Mama besok aku renang?’ Sudah tak siapkan bekalnya. Pas tak suapin sarapan, dia bilang, ‘Nanti kan aku sarapan lagi, makan MBG…’ Dia memang selalu makan kalau ada MBG, apalagi kalau ada buah, dia senang banget,” kenang Ernawati, Rabu.

Kepergian Reyhan terasa kian menyayat hati, lantaran bocah kelas 3 SD itu baru saja berulang tahun yang ke-9 pada 15 September.

“Sebagai perayaan ultah dia (Reyhan), kemarin sempat bilang mau makan mie ayam sama beli jus,” ucap Ernawati dengan suara bergetar.

Meski terpukul dan kehilangan anak laki-laki yang dinantikan selama lima tahun tersebut, Ernawati mengaku ikhlas dan menganggap kejadian ini sebagai takdir.

“Mungkin memang sudah takdir anak saya. Kami cuma minta doanya supaya anak saya tenang dan diterima di sisi-Nya,” kata Ernawati sambil mengusap air mata.

Sementara itu, ayah almarhum, Aris Utoyo, menceritakan detik-detik awal saat dirinya mendapat kabar mengenai kondisi sang anak. Aris mengaku baru saja mengantar Reyhan ke sekolah sebelum menerima panggilan darurat.

“Pagi biasa saya antar sekolah. Anaknya senang seperti biasanya, aktif. Saya baru dari sekolah, terus ambil beras, balik, tiba-tiba dikabari sudah di Puskesmas,” ujar Aris, Rabu (23/9/2026).

Insiden tersebut berawal saat pembagian paket makanan program MBG dari pihak SPPG 1 Dapur 1 Poncowarno kepada para siswa SDN 03 Poncowarno.

Dalam paket menu makanan tersebut, terdapat buah kelengkeng. Peristiwa naas itu terjadi di tengah jam sekolah, sekitar pukul 08.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari rekan-rekan sekolah almarhum, peristiwa terjadi saat Reyhan menyantap buah kelengkeng dari menu MBG tersebut. Saat makan, korban diduga tersedak lalu berlari hingga mengalami sesak napas.

“Mungkin cara anak-anak ya, makan terus lari. Ya sempat ditolong sama gurunya pas di sekolah,” kata Aris.

Mendapat kabar mengenai kondisi anaknya, Aris langsung bergegas menyusul ke Puskesmas. Di sana, petugas medis sempat berupaya memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya mengarahkan agar Reyhan dirujuk ke rumah sakit.

“Dari Puskesmas terus diarahkan dibawa ke rumah sakit. Tapi pas saya sampai di rumah sakit, dokter menyampaikan anaknya sudah tidak ada (meninggal dunia),” tutur Aris dengan nada pasrah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *