Bandar Lampung

Komisi III DPRD Bandar Lampung Soroti Dugaan Pelanggaran GSB, Andalalin, dan Dampak Banjir Azana Hotel

DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung – Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung menyoroti sejumlah persoalan yang berkaitan dengan Azana Hotel dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Kamis (4/6/2026).

 

Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada dugaan pelanggaran ketentuan Garis Sempadan Bangunan (GSB) terkait pembangunan rumah genset (power house), dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), serta persoalan banjir yang terjadi di sekitar kawasan hotel.

 

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Yuhadi, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan dugaan pelanggaran terhadap aturan tata ruang karena pembangunan rumah genset dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Menurut Yuhadi, regulasi tata ruang tidak memperkenankan pembangunan rumah genset di area depan puskesmas tanpa memperhatikan jarak aman tertentu.

 

“ Dalam aturan tata ruang tidak diperbolehkan mendirikan rumah genset di depan puskesmas. Harus ada jarak atau radius sekitar 5 hingga 10 meter. Genset ini menghasilkan emisi yang dapat membahayakan kesehatan serta menimbulkan kebisingan (noise),” tegas Yuhadi saat hearing.

 

Ia menambahkan, apabila dugaan pelanggaran tersebut terbukti, maka hal itu berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum karena berkaitan dengan ketentuan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

 

Sementara itu, perwakilan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bandar Lampung, Erwan, menjelaskan bahwa saat proses pengajuan awal pembangunan hotel, pihak pengelola tidak menyampaikan rencana pembangunan rumah genset.

 

“ Pada saat pengajuan awal, tidak ada laporan atau pengajuan terkait pembangunan rumah genset,” ujar Erwan.

 

Selain menyoroti persoalan bangunan genset, Yuhadi juga menduga keberadaan Azana Hotel memiliki keterkaitan dengan permasalahan banjir yang kerap terjadi di kawasan sekitar.

Ia mengaku pernah melihat secara langsung kondisi genangan air di lokasi tersebut yang cukup tinggi saat hujan turun.

 

“ Saya menyaksikan sendiri kondisi banjir di lokasi tersebut. Ketinggian air mencapai sedengkul orang dewasa,” katanya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen Azana Hotel untuk mendapatkan keterangan dan tanggapan terkait berbagai persoalan yang dibahas dalam rapat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *