Diduga Terkait Perselisihan Pekerjaan, Ardi Beri Klarifikasi Soal Rekrutmen Pekerja
DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung, – Ardi yang mengaku sebagai pekerja di PT Lematang Sukses Mandiri memberikan klarifikasi terkait proses perekrutan tenaga kerja yang belakangan menjadi sorotan. Senen,(3/08/2026).
Menurut Ardi, proses perekrutan awalnya hanya untuk satu orang bernama Radit yang akan ditempatkan di area Japfa. Karena kebutuhan tenaga kerja bertambah, Ardi meminta Radit untuk mencari pekerja tambahan sesuai prosedur. Dari situlah Radit mengajak dua orang lain, yakni Bintang dan Arjun.
Ardi mengaku telah melakukan pengecekan awal sebelum mereka bekerja. Ia menanyakan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan status pendidikan. Berdasarkan jawaban yang diterima, keduanya menyatakan KTP masih dalam proses pembuatan dan telah lulus sekolah. Ardi juga menegaskan kepada Radit bahwa calon pekerja wajib memiliki identitas.
“Setiap kali diminta menunjukkan KTP, mereka selalu memberikan alasan. Ada yang bilang tertinggal, belum selesai, bahkan sempat menggunakan KTP milik orang tua atau orang lain saat masuk kerja,” ujar Ardi.
Lebih lanjut, Ardi membantah adanya unsur paksaan dalam perekrutan tersebut. Ia menyatakan seluruh pekerja datang atas kemauan sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, keterangan di atas merupakan penjelasan dari pihak Ardi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak lain yang memiliki pandangan berbeda, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. (*)

