Bandar Lampung

Gaple Jadi Medan Perang Persatuan di Way Halim Permai

DEMOKRATIS.ID – Bandar Lampung –  Jika biasanya kemerdekaan dirayakan dengan lomba panjat pinang dan tarik tambang, warga Lingkungan 1 RT 08 Kelurahan Way Halim Permai memilih jalur berbeda: adu strategi di meja Gaple.

Minggu malam, 16 Agustus 2026, Jl. Pulau Buru GG Madura samping Masjid Besar AL Wutsqo berubah jadi arena. Tawa, teriakan “gaple!”, dan sorakan warga mengisi udara. Bukan karena judi. Tapi karena harga diri lingkungan sedang dipertaruhkan.

“Di sini Gaple itu pemersatu. Yang tukang ojek ketemu dosen, yang ibu PKK ketemu bapak RT. Semua duduk satu meja,” ujar Hadi Wibowo, S.IP, Ketua Panitia HUT RI ke-81 Lingkungan 1.

Acara ini bukan kegiatan iseng. Hadir langsung Lurah Way Halim Permai Siagawanto, Kaling Panut Darwoko, dan Gunawan Raka, SH., MH selaku Ketua Umum Pengprov PASI Lampung. Kehadiran mereka menegaskan : kegiatan rakyat kecil tetap dipandang penting oleh negara.

Panitia tidak main-main soal hadiah. Total Rp3,1 juta disiapkan. Juara 1: Rp1.500.000. Juara 2: Rp800.000. Juara 3: Rp500.000. Juara 4: Rp300.000. Angka yang cukup untuk membuat setiap kartu yang dibuang terasa mahal.

Di tengah hiruk pikuk ekonomi dan politik, warga memilih merayakan kemerdekaan dengan cara paling membumi: duduk bersama, tertawa bersama, bersaing sehat.

Lomba masih berlangsung hingga malam ini. Puncaknya nanti di Malam Puncak, Jumat 22 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB, saat para juara Gaple naik podium menerima hadiah di hadapan seluruh warga.

Di Way Halim Permai, kemerdekaan tidak hanya dikumandangkan lewat pidato. Ia dimainkan. Satu kartu demi satu kartu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *