Dampak Erupsi anak Krakatau:Warga Lampung Terpapar Abu Vulkanik,Status Siaga Di Berlakukan
LAMPUNG SELATAN – Demokratis ID-Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat 4 September 2026 malam hingga Sabtu 5 September 2026 pagi berdampak langsung ke masyarakat pesisir Lampung. Hujan abu vulkanik dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah dan ribuan masker telah disalurkan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan.
Berdasarkan laporan PVMBG Badan Geologi KESDM, Gunung Anak Krakatau erupsi menerus disertai fenomena _lava fountain_ atau lava air mancur. Aktivitas ini dimulai sejak pukul 23.07 WIB dan masih berlangsung hingga pagi ini.
Dampak erupsi berupa sebaran abu vulkanik dirasakan masyarakat di wilayah pesisir Lampung Selatan dan sekitarnya. Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, pemerintah daerah bersama BPBD dan Dinas Kesehatan telah mendistribusikan masker ke warga yang terdampak.
“Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, dan menjaga kebersihan diri agar terhindar dari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik,” ujar petugas BPBD Lampung Selatan.
Hingga saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Level III Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk tidak mendekat atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Kepala PVMBG, Rita Susilawati, juga menegaskan bahwa struktur gunung saat ini relatif stabil dan belum ada potensi keruntuhan besar yang dapat memicu tsunami.
“Pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pasca-erupsi 2018 masih kecil. Tidak berpotensi longsor skala besar,” jelasnya BNPB bersama PVMBG dan BPBD meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik terhadap isu tsunami, dan hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
“Pengawasan dan patroli di zona bahaya terus diperkuat agar tidak ada warga yang masuk ke area terlarang. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegas BNPB.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau 24 jam. Warga diimbau untuk tetap waspada namun tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

