Berpisah dengan Sosok Penuh Dedikasi, Sigit Boy Purna Tugas Camat & Seluruh Staf Kecamatan Bangun Rejo Merasakan Kehilangan yang Mendalam
DEMOKRATIS.id,- BANGUN REJO, LAMPUNG TENGAH Dengan perasaan haru yang mendalam dan kesedihan yang tak dapat disembunyikan, lingkungan Kecamatan Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah, hari ini menyaksikan momen perpisahan yang penuh makna sekaligus berat. Seorang abdi negara yang telah mengabdi dengan tulus, tekun, dan penuh tanggung jawab selama bertahun-tahun, Bapak Sigit Boy, resmi memasuki masa purnatugas atau pensiun.Kamis,(01/10/2026)
Bapak Sigit Boy dikenal dan dicintai oleh seluruh rekan kerja sebagai sosok yang luar biasa. Selama bertugas, beliau menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Persediaan Barang (Kasubag Persediaan Barang) di lingkungan Kecamatan Bangun Rejo. Di posisi inilah, beliau mencurahkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk memastikan segala urusan persediaan dan perlengkapan kantor berjalan tertib, rapi, dan akuntabel. Bagi rekan-rekannya, beliau bukan sekadar pimpinan bagian, melainkan teman yang setia, sahabat yang bijak, dan sosok yang selalu hadir dengan keramahan serta ketulusan hati.
Acara perpisahan yang digelar hari ini terasa begitu menyentuh hati. Hadir dalam kesempatan tersebut Bapak Camat Bangun Rejo beserta seluruh staf dan jajaran pegawai di lingkungan kantor kecamatan. Suasana yang semula biasa berubah menjadi hening dan penuh haru. Banyak mata yang berkaca-kaca, tak kuasa menahan kesedihan karena harus berpisah dengan sosok yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kebersamaan sehari-hari.
Saat momen perpisahan tiba, terlihat jelas betapa beratnya hati setiap orang yang hadir. Pelukan hangat terjalin antara Bapak Sigit Boy dengan rekan-rekan kerjanya pelukan yang bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan ungkapan ikatan batin yang telah terjalin kuat selama masa pengabdian. Tak sedikit di antara mereka yang meneteskan air mata, mengucapkan terima kasih dengan suara yang bergetar, dan menyampaikan doa tulus untuk masa depan Bapak Sigit Boy.
Bapak Camat Bangun Rejo, dalam sambutannya, menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang setulus-tulusnya. “Bapak Sigit Boy bukan sekadar rekan kerja. Beliau adalah teladan bagi kita semua bekerja dengan jujur, teliti, dan tidak pernah mengenal lelah. Kepergiannya dari lingkungan kerja ini meninggalkan kekosongan yang sungguh sulit untuk digantikan. Kami kehilangan seorang rekan yang baik, teman yang setia, dan abdi negara yang penuh dedikasi,” ujar beliau dengan suara yang penuh keharuan.
Bapak Sigit Boy sendiri tampak menahan emosi, menyampaikan pesan perpisahan kepada seluruh rekan-rekannya. “Selama saya mengabdi di sini, saya mendapatkan banyak kebahagiaan. Bekerja bersama kalian adalah anugerah yang tak ternilai. Terima kasih atas kebersamaan, bimbingan, dan persaudaraan yang kita jaga selama ini. Meski jas kerja saya sudah selesai, namun kenangan kebersamaan dengan kalian akan selalu tersimpan rapi di dalam hati saya, seumur hidup,” ucapnya disambut dengan haru yang melanda segenap ruangan.
Usai rangkaian acara perpisahan, seluruh yang hadir berkumpul untuk membaca doa bersama. Dengan kepala tertunduk khusyuk, segenap pimpinan dan staf Kecamatan Bangun Rejo memohon kepada Allah SWT mendoakan agar Bapak Sigit Boy senantiasa dilimpahkan kesehatan, keberkahan, ketenangan, serta kebahagiaan yang panjang di masa pensiunnya. Doa itu diucapkan dengan tulus, menjadi penutup yang sakral sekaligus pengikat kasih sayang yang tak akan terputus meski sudah tidak bertemu di tempat kerja.
Setelah doa selesai, suasana berlanjut dengan makan bersama yang sederhana namun penuh kehangatan. Bapak Camat, Bapak Sigit Boy, beserta seluruh staf duduk berkumpul, berbagi hidangan sambil mengenang masa-masa indah kebersamaan. Di sela-sela suapan, terdengar cerita-cerita manis, tawa yang sesekali terhenti karena haru, serta ucapan perpisahan yang menyentuh jiwa. Makan bersama ini menjadi tanda persaudaraan yang kokoh bahwa meski tugas telah berakhir, tali persahabatan tetap terjalin erat.
Kini, Bapak Sigit Boy memasuki masa pensiun masa yang seharusnya menjadi waktu istirahat yang tenang dan bahagia bersama keluarga tercinta. Namun bagi rekan-rekan di Kecamatan Bangun Rejo, kepergiannya terasa seperti kehilangan bagian dari diri sendiri. Tidak ada lagi sapaan ramah setiap pagi, tidak ada lagi bimbingan dan keteladanan yang diberikan setiap hari. Semua itu kini tinggal kenangan yang indah namun menyayat hati.
Meski demikian, seluruh keluarga besar Kecamatan Bangun Rejo mendoakan dengan sepenuh hati: semoga Bapak Sigit Boy senantiasa diberikan kesehatan yang baik, kebahagiaan yang melimpah, kedamaian di setiap langkah kehidupannya, dan keberkahan yang menyertai keluarga tercinta. Semoga masa pensiunnya menjadi masa yang indah, tenang, dan penuh sukacita.
Kami berpisah bukan karena benci, melainkan karena tugas telah selesai. Namun persahabatan, persaudaraan, dan kenangan indah yang telah dibangun bersama, takkan pernah putus oleh jarak maupun waktu.
Terima kasih, Bapak Sigit Boy. Selamat menikmati masa pensiun yang penuh berkah. Kami akan selalu merindukan kehadiran Bapak di tengah-tengah kami.(Iron Guna)

